Teror Inggris, Foto Wanita Berjilbab Jadi Kontroversi


http://www.papa4d2.com/ref.php?ref=vivi93

Berita Onlie 24 Jam- Sebuah foto yang diduga propaganda telah memicu kemarahan di media sosial, tak lama setelah Parlemen Inggris diserang teroris. Pengguna Twitter di Inggris marah kepada akun Texas Lone Star yang telah mengunggah gambar dengan caption kontroversial.
"Seorang wanita muslim acuh tak acuh terhadap serangan teror Inggris. Dia berjalan santai dan asyik memeriksa ponsel, sementara ada pria sekarat di sebelahnya," tulis akun itu dengan tanda tagar #PrayforLondon dan #BanIslam.

Netizen dengan akun @rashedalyoha dengan cepat menyamber unggahan kontorversial itu. Menurutnya, itu adalah contoh klise bagaimana mudahnya mengambil gambar di luar konteks dan menggunakannya untuk tujuan propaganda.

Alih-alih ikut merisak wanita berjilbab itu, akun @rogueNennyBen menunjukkan sikap membela wanita muslim tersebut.
"Bisa tidak, sudut pandang Anda melihat, seorang wanita Muslim itu khawatir dengan keselamatannya pada saat itu? Ia berada di lingkungan orang kulit putih yang begitu banyak," tulisnya.

Saking ramainya di lini masa, pengacara, aktivis sekaligus pengamat media sosial, Mariam Veiszadeh turut angkat suara merespons postingan kontroversial tersebut. Ia mengatakan, dampak mengerikan dari unggahan kontroversial itu ialah, pagi ini umat muslim menghindari menggunakan transportasi umum karena takut dihakimi.

"Aku sendiri juga menjadi takut dihakimi, aku menghindari menggunakan transportasi umum," ujarnya dilansir News.com.au.

Seorang netizen dengan akun @inpeach_D_Trump kemudian memosting unggahan yang menampik propaganda. Ia memosting foto serupa, pria kulit putih tampak berjalan bergegas dan cenderung cuek ketika ada korban teror sekarat di sampingnya.

Gambar wanita muslim di-retweet banyak orang. Tapi tak ada satu pun yang merespons seorang pria putih ini ketika melakukan hal yang sama," tulis akun itu.
Bagaimana menurutmu, apa yang salah dari foto wanita berjilbab yang tampak tak acuh terhadap situasi berbahaya di sampingnya? Sementara di Inggris juga di Amerika Serikat, serangkaian aksi teroris menyebabkan krisis SARA yang membuat kaum muslim kerap tersudutkan.

Tidak ada komentar