Header Ads

Istri Kedua Santoso Meyerahkan diri Kewarga Setelah 5 Hari Berlari di Hutan


http://www.papa4d2.com/ref.php?ref=vivi93

Berita Online 24Jam-Jumiatum Muslim, alias Atum, merupakan istri dari santoso, pemimpin kelompok bersenjata di poso Sulawesi Tengah, dilaporkan menyerahkan diri lewat bantuan petani yang ia temui di kebun petani tersebut 
saat diserahkan, Umi Delima diketahui tak memegang senjata  dan dalam kondisi sehat meskipun kelelahan. Dari pengakuan Kepolisian setempat, istri Santoso ini memang memiliki kegiatan sebagai petani.

ia dalam kondisi kelaparaan dan kelelahan, serta mengaku sebagai istri Santoso. Petani yang iba pun memberikan makanan kepada Umi Delima dan kemudian memintanya untuk menyerahkan diri.
dan warga setempat meyarankan kepadanya untuk meyerahkan diri ke aparat," kata kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Senin 25 Juli 2016.

Saat itu, seperti di tuturkan Rudy, Umi Delima mengaku ia tak memiliki senjata. Sebab Senjata yang sempat dibawanya berlari pada saat kontak senjata pada  senin 18 Juli 2016 dan menewaskan Santoso, telah dibuangnya di hutan.

Untuk itu, di tangan Umi Delima hanya ditemukan sebuah pisau yang digunakannya untuk mencari makanan. " Karena, ia tidak membawa senjata, petani mengikat tangan  Jumiati (Umi Delima) atas kesepakatan Umi Delima tersebut dengan warga dengan tali dan membawanya ke Posko Satpam

Jumiati, atau umi Delima merupakan perempuan asal Nusa Tenggara Barat yang menjadi Istri kedua Santoso, Alias Abu Wardah. ia diserahkan ke aparat usai lima hari berlari di dalam hutan sendirian,  Setelah Suaminya terwas tertembak.

Sejauh ini, dari pemeriksaan medis, Umi Deli dilaporkan dalam kondisi sehat. Hanya faktor kelelahan dan ada penyakit kulit akibat kurangnya perawatan kesehatan selama di hutan
Diperkirakan, Usai tewasnya Santoso, Kelompok yang menamai diri sebagai Mujahitdin Indonesia Timur (MIT) masih tersisa 19 orang lagi Aparat militer gabungan memastikan terus memburu kelompok ini, setidaknya ada 3.406 personel yang masih meyisir kawasan hutan Poso saat ini
25 Juli 2016
 

Tidak ada komentar